[Manga Review] Solanin

2 min read

Cerita Slife of Life antara Inoue Meiko dan Taneda Shigeo serta semua aspek yang terjadi di sekitar mereka, Meiko yang merasakan hidup bebas tanpa ada tujuan sama dengan bosan memacu Taneda untuk menggapai impiannya sebagai pemusik, namun naas, Taneda yang dicintainya meninggal dunia, Meiko pun menggantikan tempat Taneda agar dapat mengganti kalimat "hidup bebas tanpa tujuan = bosan" itu. Pernah ternominasi pada 2009 dalam Eisner Award Best U.S. Edition of International Material - Japan. Serta ternominasi juga dalam Harvey Award for Best American Edition of Foreign Material pada tahun yang sama.

English: Solanin
Japanese: ソラニン
Type: Manga
Volumes: 2
Chapters: 28
Status: Finished
Published: Dec 5, 2005 to May 2, 2006
Genres: Drama, Slice of Life , Seinen
Authors: Asano, Inio (Story & Art)
Serialization: Young Sunday (Weekly)

Review :

Selalu sama, Karya Asano Inio memang menarik selalu, selalu cocok untuk buat bahan bacaan, bagi yang suka cerita tearjeaker mungkin bisa coba Manga ini, di awal awal kita terbawa suasana bagaimana Meiko dan Taneda hidup bersama di apartment dengan atmosfer yang lovey dovey, saling mendukung satu sama lain, dan sebagainya, walaupun di awal awal cerita kurang serius, tapi kita tetap enjoy dan bikin curious, dan yeah, disekita tegah cerita, alur cerita mulai serius dengan dimulainya problema yang dihadapi Taneda untuk memberi yang lebih ke Meiko, dan tanpa disadari, Meiko juga terlalu push Taneda, problema dibikin semature mungkin yang bikin cerita menarik (karena ini Seinen Manga kali ya XD).

Untuk tidak terlalu banyak spoiler, gue coba rangkum singkat aja, Meiko yang awalnya heartbroken tanpa Taneda berusaha bangkit untuk menggapai sesuatu yang sebelumnya menjadi impiam Taneda, hard work, dan sebagainya walaupun diakhiri bagi yang orang lain "nggak terlalu hebat", tapi dia bangga dengan yang dilakukannya, di lain sisi taneda mencoba Manly dan selalu melakukan sebisanya untuk membahagiakan Meiko, karena selama ini dia selalu menyusahkan Meiko dan memberi sesuatu padany. Well, bagi yang suka cerita Mature Romance, gue rekomen banget buat lu baca, dan sekali lagi, gue yakin kalau dibikin Live Action, bisa jadi inspirasi, chapter yang hanya 28, namun bisa memberi dampak bagi pembaca.

Dari segi Art, nggak jauh beda dengan Karya Asano lainnya seperti Oyasumi Pumpun, Nijigahara Holograph, etc, gambar yang rapi dan detail melebur dengan ceritanya, walaupun Manga ini nggak se"ambigu" Nijigahara Holograph ya xD. Gue kasih 8.5/10 deh, haha.

Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share